Minggu, 11 Maret 2012

Shortcut Pada Microsoft Word



·         CTRL+N = Membuat dokumen baru
·         CTRL+O = Membuka dokumen.
·         CTRL+S = Menyimpan dokumen yang sedang dibuka/diedit
·         CTRL+W = Menutup dokumen. Jika dokumen belum disimpan, akan muncul kotak dialog yang menanyakan apakah dokumen ingin disimpan atau tidak.
·         CTRL+ALT+S = Membagi (split) jendela dokumen menjadi dua bagian. Setelah mengetik CTRL+ALT+ S, klik pada posisi yang diinginkan.
·         SHIFT+ALT+C = Menutup kembali jendela dokumen yang telah dibagi dua bagian / displit (CTRL+ALT+ S)
·         CTRL+ALT+P = Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Print Layout. Lihat menu View
·         CTRL+ALT+O = Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan outline. Lihat menu View
·         CTRL+ALT+N = Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Normal. Lihat menu View
·         ALT+R = Mengubah tampilan dokumen menjadi tampilan Reading.

Berhubungan Dengan Pencarian dan Penelusuran Dalam Dokumen
·         CTRL+F = Mencari teks atau objek spesial lainnya dalam dokumen
·         ALT+CTRL+Y = Melanjutkan pencarian CTRL+F setelah kotak dialog pencarian ditutup
·         CTRL+H = Mencari teks tertentu di dalam dokumen kemudian menimpanya/menggantinya dengan teks lain
·         CTRL+G = Cara singkat untuk menuju ke suatu halaman, bookmark, footnote, tabel, komentar (comment), gambar,atau ke lokasi tertentu lainnya.
·         ALT+CTRL+Z = Pindah ke dokumen lain, atau ke bagian lain dalam dokumen, atau antar dokumen dengan email yang diedit di MS Word.
·         ALT+CTRL+PAGE UP = Pindah ke awal tampilan di monitor
·         ALT+CTRL+PAGE DOWN = Pindah ke akhir tampilan di monitor
·         CTRL+HOME = Pindah ke awal dokumen
·         CTRL+END = Pindah ke akhir dokumen
·         HOME = Pindah ke awal baris
·         END = Pindah ke akhir baris

Berhubungan Dengan Cetak/Print dan Print Preview
·         CTRL+P = Cetak dokumen (membuka kotak dialog Print)
·         ALT+CTRL+I Atau CTRL+F2 = Pindah ke tampilan print preview atau sebaliknya ke tampilan standar
·         Tombol arah / panah (← ↑ → ↓) = Pindah ke halaman tertentu sesuai arah panah dalam tampilan print preview
·         PAGE UP atau PAGE DOWN = Pindah ke halaman sebelumnya atau sesudahnya dalam tampilan print preview
·         CTRL+HOME = Pindah ke halaman pertama dalam tampilan print preview
·         CTRL+END = Pindah ke halaman terakhir dalam tampilan print preview

Berhubungan Dengan Footnote dan Endnote
·         ALT+CTRL+F = Menambahkan footnote
·         ALT+CTRL+D = Menambahkan endnote

Berhubungan Dengan delete, copy dan move
·         BACKSPACE = Menghapus satu karakter ke kiri
·         CTRL+BACKSPACE = Menghapus satu kata ke kiri
·         DELETE = Menghapus satu karakter ke kanan
·         CTRL+DELETE = Menghapus satu kata ke kanan
·         CTRL+X = Cut : Mengambil teks/gambar
·         CTRL+C = Copy: menduplikat teks/gambar
·         CTRL+C, C = Memunculkan daftar teks yang telah di-copy atau di-cut
·         F2 = Memindahkan teks atau gambar. Caranya: pilih dulu (sorot) teks yg akan dipindahkan, lalu tekan F2, lalu klik pada posisi dimana teks tersebut akan dipindahkan, lalu tekan ENTER.
·         CTRL+V = Paste: menyisipkan teks/gambar yang telah di-cut atau di-copy.

Berhubungan dengan Karakter/simbol spesial
·         CTRL+F9 = Membuat sebuah field
·         SHIFT+ENTER = Membuat baris baru
·         CTRL+ENTER = Membuat halaman baru
·         CTRL+SHIFT+ENTER = Membuat bagian dokumen baru. Bagian yang baru ini bukan lanjutan dari halaman sebelumnya, jadi nomor halamannya bisa dimulai dari yang baru, atau orientasi halamannya (portrait/landscape) bisa beda.
·         CTRL+SHIFT+SPACEBAR = Membuat spasi yang tidak bisa dipisahkan. Maksudnya seolah-olah dua kata yang berada di antara spasi tersebut tetap berada dalam satu baris.
·         ALT+CTRL+C = Simbol Copyright ( © )
·         ALT+CTRL+R = Simbol Registered Trademark ( ® )
·         ALT+CTRL+T = Simbol Trademark ( ™ )
·         “kode simbol”, ALT+X = Memasukkan simbol tertentu. Caranya: tulis dulu kode simbolnya, lalu tekan ALT+X. Daftar simbol dan kodenya dapat anda lihat pada menu “Insert”, “Symbol…”, lalu pilih tab Symbol. Contoh : untuk menulis simbol ∑ , ketik 2211 lalu tekan ALT+X. Kode simbol berupa kode Unicode (Hexadesimal).
·         ALT+”kode simbol”
·         Memasukkan simbol tertentu sesuai dengan kode simbolnya (desimal ANSI). Kode simbolnya berupa angka-angka yang harus diketikkan melalui Keypad Numeric. Daftar simbol dan kodenya dapat anda lihat pada menu “Insert”, “Symbol…”, lalu pilih tab Symbol.

Berhubungan dengan menyorot / memblok teks
·         SHIFT+”tombol panah” Atau SHIFT+”klik mouse” = Menyorot teks. Caranya: tekan tombol SHIFT (jangan dulu dilepas) lalu tekan tombol tanda panah atau klik di tempat yang diinginkan.
·         CTRL+”sorot yang lain” = Menyorot teks terpisah. Caranya: setelah menyorot sebuah teks, anda bisa juga menyorot teks lain yang bukan lanjutan dari teks tersebut dengan menekan tombol CTRL.
·         F8 = Menghidupkan mode penyorotan, yaitu menyorot teks tanpa menggunakan tombol SHIFT. Caranya: tekan F8 satu kali, lalu tekan tombol panah ke arah yang anda inginkan. Untuk mengakhiri mode penyorotan, tekan ESC. Jika anda tekan F8 dua kali, secara otomatis akan menyorot satu kata, jika tekan F8 tiga kali akan menyorot satu kalimat, dan seterusnya. Untuk mengurangi ukuran penyorotan, tekan SHIFT+F8. Jangan lupa menekan ESC untuk mengakhiri mode penyorotan.
·         ESC = Mengakhiri mode penyorotan.
·         SHIFT+HOME = Menyorot hingga ke awal baris
·         SHIFT+END = Menyorot hingga ke akhir baris
·         SHIFT+PAGE DOWN = Menyorot hingga satu layar ke bawah
·         SHIFT+PAGE UP = Menyorot hingga satu layar ke atas
·         CTRL+SHIFT+HOME = Menyorot hingga ke awal dokumen
·         CTRL+SHIFT+END = Menyorot hingga ke akhir dokumen
·         ALT+CTRL+SHIFT+PAGE UP = Menyorot hingga ke awal tampilan di monitor
·         ALT+CTRL+SHIFT+PAGE DOWN = Menyorot hingga ke akhir tampilan di monitor
·         CTRL+A = Menyorot seluruh isi dokumen
·         CTRL+SHIFT+F8 kemudian tekan tombol panah = Menyorot teks secara vertikal
·         TAB = Menyorot isi sel berikutnya dalam tabel
·         SHIFT+TAB = Menyorot isi sel sebelumnya dalam tabel

Berhubungan dengan pergerakan kursor
·         Panah (kiri, kanan, atas, bawah) Pindah satu karakter/huruf ke (kiri, kanan, atas, bawah)
·         CTRL+”panah kiri” = Pindah satu karakter/huruf ke kiri
·         CTRL+”panah kanan” = Pindah satu karakter/huruf ke kanan
·         CTRL+”panah atas” = Pindah satu paragraf ke atas
·         CTRL+”panah bawah” = Pindah satu paragraf ke bawah
·         END = Pindah ke akhir baris
·         HOME = Pindah ke awal baris
·         ALT+CTRL+PAGE UP = Pindah ke awal tampilan di monitor
·         ALT+CTRL+PAGE DOWN = Pindah ke akhir tampilan di monitor
·         PAGE UP = Pindah satu halaman ke atas
·         PAGE DOWN = Pindah satu halaman ke bawah
·         CTRL+PAGE DOWN = Pindah ke awal halaman berikutnya
·         CTRL+PAGE UP = Pindah ke awal halaman sebelumnya
·         CTRL+END = Pindah ke akhir dokumen
·         CTRL+HOME = Pindah ke awal dokumen
·         TAB = Pindah satu sel ke kanan (dalam tabel)
·         SHIFT+TAB = Pindah satu sel ke kiri (dalam tabel)
·         ALT+HOME = Pindah ke sel paling kiri (dalam tabel)
·         ALT+END = Pindah ke sel paling kanan (dalam tabel)
·         ALT+PAGE UP = Pindah ke sel paling atas dalam satu kolom (dalam tabel)
·         ALT+PAGE DOWN = Pindah ke sel paling bawah dalam satu kolom (dalam tabel)
·         “panah atas” = Pindah ke baris sebelumnya/atas (dalam tabel)
·         “panah bawah” = Pindah ke baris sesudahnya/bawah (dalam tabel)
·         CTRL+SHIFT+C = Meng-copy / menduplikat format dari teks (Ingat!, bukan tulisannya melainkan formatnya. Misalnya : ukuran dan jenis huruf, jarak spasi antar baris, dsb)
·         CTRL+SHIFT+V = Menyisipkan format teks setelah di CTRL+SHIFT+C
·         CTRL+SHIFT+F = Merubah jenis huruf
·         CTRL+SHIFT+P = Merubah ukuran huruf
·         CTRL+SHIFT+> = Memperbesar ukuran huruf
·         CTRL+SHIFT+< = Memperkecil ukuran huruf
·         CTRL+] = Memperbesar ukuran huruf 1 poin
·         CTRL+[ = Memperkecil ukuran huruf 1 poin
·         CTRL+D = Mengubah format huruf. Ini akan memunculkan kotak dialog yang berkaitan dengan pemformatan huruf secara lengkap.
·         SHIFT+F3 = Mengubah efek-efek pada teks. Untuk kembali ke efek yang semula, cukup tekan lagi SHIFT+F3 sampai kembali ke semula
·         CTRL+SHIFT+A = Mem-format teks menjadi huruf kapital semuanya
·         CTRL+B = Menebalkan teks. Contoh: Ini tebal
·         CTRL+U = enambahkan garis bawah. Contoh: ini garis bawah
·         CTRL+SHIFT+W = Menambahkan garis bawah hanya pada teksnya saja, bukan pada spasi antar kata. Contoh: ini garis bawah
·         CTRL+SHIFT+D = Menambahkan garis bawah dobel. Contoh: ini garis bawah
·         CTRL+SHIFT+H = Memformat teks menjadi tidak terlihat (hilang). Untuk melihat teks yang diformat hilang, kllik menu Tools, Options, lalu pada tab View, perhatikan bagian Formatting marks, berikan tanda cek pada opsi All, lalu klik tombol OK.
·         CTRL+I = Memiringkan teks. Contoh: ini miring
·         CTRL+SHIFT+K = Memformat teks menjadi huruf kecil semuanya
·         CTRL + ”=” (tanda sama dengan) = Menempatkan teks pada posisi pangkat bawah. Contoh: H2O
·         CTRL + SHIFT + “+” (tanda tambah) = Menempatkan teks pada posisi pangkat atas. Contoh: 52 = 25
·         CTRL+SPACEBAR (tombol spasi) = Menghilangkan format yang telah dilakukan
·         CTRL+SHIFT+Q = Mengubah teks menjadi berjenis huruf simbol
·         CTRL + SHIFT + * = Menampilkan huruf-huruf yang tidak terlihat atau yang tidak dapat dicetak
·         SHIFT+F1 = lalu klik pada teks yang ingin dilihat formatnya Menampilkan detail format yang diberlakukan pada teks (Reveal Formatting)
·         CTRL+1 = Menerapkan jarak antar baris 1 spasi
·         CTRL+2 = Menerapkan jarak antar baris 2 spasi
·         CTRL+5 = Menerapkan jarak antar baris 1.5 spasi
·         CTRL+0 = Menambahkan/menghilangkan jarak 1 spasi pada awal paragraf
·         CTRL+E = Membuat teks menjadi rata tengah
·         CTRL+J = Membuat teks menjadi rata kiri dan kanan
·         CTRL+L = Membuat teks menjadi rata kiri
·         CTRL+R = Membuat teks menjadi rata kanan
·         CTRL+M = Menambah margin pada sebelah kiri
·         CTRL+SHIFT+M = Menghilangkan tambahan margin kiri setelah di CTRL+M
·         CTRL+T = Menambahkan indent menggantung
·         CTRL+SHIFT+T = Mengurangi jarak indent menggantung
·         CTRL+Q = Menghilangkan semua format yang telah dilakukan sehingga menjadi biasa / tanpa pemformatan
·         CTRL+SHIFT+S = Mengubah style teks
·         ALT+CTRL+K = Memulai AutoFormat
·         CTRL+SHIFT+N = Menerapkan style Normal
·         ALT+CTRL+1 = Menerapkan style Heading 1
·         ALT+CTRL+2 = Menerapkan style Heading 2
·         ALT+CTRL+3 = Menerapkan style Heading 3
·         CTRL+SHIFT+L = Menerapkan style List / daftar

Berhubungan dengan mail merge
·         ALT+SHIFT+K = Menampilkan sebuah mail merge
·         ALT+SHIFT+N = Menggabungkan dokumen
·         ALT+SHIFT+E = Mengedit data dokumen mail merge
·         ALT+SHIFT+F = Memasukkan sebuah field mail merge
·         ALT+SHIFT+D = Memasukkan field tanggal (Date)
·         ALT+CTRL+L = Memasukkan field daftar (List)
·         ALT+SHIFT+P = Memasukkan field nomor halaman
·         ALT+SHIFT+T = Memasukkan field waktu (jam / Time)
·         CTRL+F9 = Memasukkan field kosong
·         CTRL+SHIFT+F7 = Mengupdate informasi-informasi yang saling berkaitan di dalam dokumen sumber sebuah mail merge
·         F9 = Mengupdate field yang sedang ditunjuk kursor saat itu
·         CTRL+SHIFT+F9 = Menghilangkan hubungan sebuah link
·         SHIFT+F9 = Melihat sebuah field dengan hasilnya (secara bergantian)
·         ALT+F9 = Melihat semua field beserta hasilnya (secara bergantian)
·         ALT+SHIFT+F9 = Menjalankan GOTOBUTTON atau MACROBUTTON dari field yang sedang dilihat hasilnya
·         F11 = Pindah ke field berikutnya
·         SHIFT+F11= Pindah ke field sebelumnya
·         CTRL+F11 = Mengunci field
·         CTRL+SHIFT+F11 = Membuka /menghilangkan kunci field yang terkunci

Shortcut Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)
·         F1 = Membuka panduan Microsoft Word
·         F2 = Memindahkan teks atau gambar. Caranya: pilih dulu (sorot) teks yg akan dipindahkan, lalu tekan F2, lalu klik pada posisi dimana teks tersebut akan dipindahkan, lalu tekan ENTER.
·         F3 = Memasukkan AutoText
·         F4 = Mengulangi proses / pengetikan yang terakhir dilakukan
·         F5 = Membuka kotak dialog pencarian (cara singkat menuju bagian tertentu di dalam dokumen)
·         F6 = Menuju ke frame / panel berikutnya
·         F7 = Membuka kotak dialog Spelling and Grammar
·         F8 = Menghidupkan mode penyorotan, yaitu menyorot teks tanpa menggunakan tombol SHIFT. Caranya: tekan F8 satu kali, lalu tekan tombol panah ke arah yang anda inginkan. Untuk mengakhiri mode penyorotan, tekan ESC. Jika anda tekan F8 dua kali, secara otomatis akan menyorot satu kata, jika tekan F8 tiga kali akan menyorot satu kalimat, dan seterusnya. Untuk mengurangi ukuran penyorotan, tekan SHIFT+F8. Jangan lupa menekan ESC untuk mengakhiri mode penyorotan.
·         F9 = Mengupdate field yang dipilih / disorot
·         F10 = Mengaktifkan bar menu untuk diakses oleh keyboard
·         F11 = Menuju ke field berikutnya
·         F12 = Menyimpan dokumen dengan nama baru. Ini sama dengan meng-klik menu File, Save As.

Tombol CTRL dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)
·         CTRL+F2 = Pindah ke tampilan print preview atau sebaliknya ke tampilan standar
·         CTRL+F3 = Mengambil teks untuk Autotext
·         CTRL+F4 = Menutup jendela dokumen (sekaligus menutup dokumen)
·         CTRL+F5 = Mengembalikan (restore) ukuran jendela dokumen setelah di maximize
·         CTRL+F6 = Pindah ke dokumen lain (jika membuka lebih dari satu file dokumen Word)
·         CTRL+F7 = Menjalankan perintah Move (shortcut untuk title bar)
·         CTRL+F8 = Menjalankan perintah Size (shortcut untuk title bar)
·         CTRL+F9 = Membuat sebuah field untuk karakter spesial (simbol)
·         CTRL+F10 = Membuat jendela Microsoft Word menjadi berukuran Maximize
·         CTRL+F11 = Mengunci field pada mail merge
·         CTRL+F12 = Membuka file dokumen Word. Ini sama dengan mengklik menu File, Open.

Tombol SHIFT dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)
·         SHIFT+F1 = Menampilkan detail format yang diberlakukan pada teks (Reveal Formatting)
·         SHIFT+F2 = Menduplikat (copy) teks
·         SHIFT+F3 = Mengubah efek-efek pada teks. Untuk kembali ke efek yang semula, cukup tekan lagi SHIFT+F3 sampai kembali ke semula
·         SHIFT+F4 = Mengulangi /melanjutkan proses pencarian Find atau GoTo
·         SHIFT+F5 = Meletakkan kursor pada posisi teks yang terakhir kali dilakukan perubahan
·         SHIFT+F6 = Menuju ke frame / panel sebelumnya
·         SHIFT+F7 = Membuka kotak dialog Thesaurus
·         SHIFT+F8 = Menghilangkan tanda penyorotan / seleksi
·         SHIFT+F9 = Melihat sebuah field dengan hasilnya (secara bergantian)
·         SHIFT+F10 = Memperlihatkan menu klik kanan pada posisi kursor
·         SHIFT+F11 = Pindah ke field sebelumnya
·         SHIFT+F12 = Menyimpan dokumen. Ini sama dengan mengklik menu File, Save

Tombol ALT dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)
·         ALT+F1 = Meletakkan kursor pada field berikutnya. Field di sini bisa berupa teks yang mengandung link, ataupun teks-teks tertentu lainnya
·         ALT+F3 = Membuat sebuah entry AutoText
·         ALT+F4 = Keluar dari program aplikasi Microsoft Word
·         ALT+F5 = Mengembalikan ukuran jendela Microsoft Word jika sedang maximize.
·         ALT+F7 = Mencari kesalahan dalam penulisan. Ini bisa berfungsi jika kotak cek “Check spelling as you type” diaktifkan. (lihat di menu Tools, Options, klik tab Spelling & Grammar)
·         ALT+F8 = Menjalankan sebuah macro.
·         ALT+F9 = Melihat semua field beserta hasilnya (secara bergantian)
·         ALT+F10 = Memaksimalkan (maximize) tampilan jendela program Microsoft Word
·         ALT+F11 = Menampilkan jendela penulisan kode Microsoft Visual Basic

Tombol CTRL+SHIFT dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)
·         CTRL+SHIFT+F3 = Menuliskan isi dari Spike (entry AutoText spesial)
·         CTRL+SHIFT+F5 = Mengedit bookmark. (membuka kotak dialog bookmark)
·         CTRL+SHIFT+F6 = Pindah ke jendela dokumen yang lain (jika pada saat bersamaan, membuka lebih dari satu file Word)
·         CTRL+SHIFT+F7 = Mengupdate informasi-informasi yang saling berkaitan di dalam dokumen sumber sebuah mail merge
·         CTRL+SHIFT+F8 kemudian tekan tombol panah = Menyorot teks secara vertikal
·         CTRL+SHIFT+F9 = Menghilangkan hubungan sebuah link
·         CTRL+SHIFT+F11 = Membuka /menghilangkan kunci field yang terkunci
·         CTRL+SHIFT+F12 = Membuka kotak dialog Print. Sama dengan CTRL+P

Tombol CTRL+ALT dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)
·         CTRL+ALT+F1 = Menampilkan informasi mengenai komputer yang sedang digunakan.
·         CTRL+ALT+F2 = Membuka file dokumen Word. Ini sama dengan meng-klik menu File, lalu Open

Tombol ALT+SHIFT dan Tombol Fungsi (Tombol F1, F2, F3, ….F12)
·         ALT+SHIFT+F1 = Meletakkan kursor pada field sebelumnya. Field di sini bisa berupa teks yang mengandung link, ataupun teks-teks tertentu lainnya
·         ALT+SHIFT+F2 = Menyimpan dokumen yang sedang dibuka/diedit. Ini sama dengan meng-klik menu File, lalu Save
·         ALT+SHIFT+F9 = Menjalankan GOTOBUTTON atau MACROBUTTON dari field yang sedang dilihat hasilnya
·         ALT+SHIFT+F10 = Menampilkan menu atau pesan untuk smart tag.
·         ALT+SHIFT+F11 = Menjalankan Microsoft Script Editor

Sumber :

Minggu, 20 November 2011

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

Pelapisan sosial atau di sebut juga Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis(Pitirim A. Sorokin). Pelapisan sosial kenyataanya dapat di ketahui dalam masyarakat yaitu dengan munculnya kelas-kelas tinggi dan kelas kelas yang lebih rendah. Adapun pengertian pelapisan sosial menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang di tandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu. Didalam masyarakat pelapisan masyarakat ini muncul karena gengsi kemasyarakatan sehingga timbulah pembedaan kelas-kelas dalam masyarakat, ada kelas-kelas tinggi yatu mereka yang mempunyai kekuasaan lebih dan hak-hak istimewa di banding dengan kelas-kelas rendah. Pelapisan sosial merupakan gejala yang umum dalam suatu masyarakat dimanapun dan kapanpun pasti selalu ada Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan. Jadi dpat kita simpulkan bahwa Pelapisan sosial adalah perbedaan tinggi dan rendahnya suatu kedudukan seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Yang menentukan tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu biasanya disebabkan oleh macam-macam perbedaan, sepertihalnya kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang. Mengenai pelapisan sosial saya akan membahas lebih dekat dengan contoh di negeri kita ini, di indonesia kita ini secara tidak langsung terjadi pelapisan sosial antara kalangan atas dan kalangan bawah, kalangan atasnya adalah mereka yang memiliki kekuasaan di pemerintah dan kalangan bawahnya adalah rakyat, kita dapat melihat bahwa pembedaan kelas ini begitu mencolok, contohnya saja dalam penegakan hukum, kesannya di negeri ini pemerintah lebih condong melindungi mereka yang duduk di kursi pemerintahan di banding melindungi keadilan rakyat. Menurut kenyataan yang terjadi para pejabat negera yang mencuri kesejahteraan rakyat dengan kata lain melakukan Korupsi sangat sulit ditangkap dan di jerat hukum ketimbang rakyat biasa yang melakukan kejahatan misalkan pencurian kecil-kecilan, sekalipun misalkan pejabat negara di tangkap maka yang mereka huni bukan penjara-penjara biasa, akan tetapi penjara bak hotel berbintang. Dari kasus di atas terlihat sangat mencolok pelapisan sosial antara kelas-kelas atas dan kelas-kelas rendah, dapat terlihat kelas-kelas atas mempunyai wewenang lebih dan kekuasaan lebih ketimbang kelas rendah, dan kesanya semuanya bisa di beli dengan uang termasuk keadilan dapat di beli dengan uang. Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan. Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini berkaitan satu sama lain. Pelapisan soasial berarti pembedaan antar kelas-kelas dalam masyarakat yaitu antara kelas tinggi dan kelas rendah, sedangkan Kesamaan derajat adalah suatu yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah.

MASYARAKAT PERDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN

A. Pengertian Masyarakat Beberapa pengertian Masyarakat menurut para ahli : - M.J Herskovits : Mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok idividu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu. - Hasan Shadily : Mendefinisikan masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, yang dengan pengaruh bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain. - R Linton : Seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu B. Masyarakt Perkotaan Masyarakt perkotaan sering disebut urban community.pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang yang menonnjol pada masyarakat kota : - Kehidupan keagamaan kurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. - Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. - Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. - Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapat pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa. - Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi. - Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengkibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, untuk dapat mengejer kebutuhan-kebutuhan seorang individu. - Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengeruh-pengaruh dari luar. C. Perbedaan Desa dan Kota Beberapa perbedaan desa dengan kota : - Jumlah kepadatan penduduk - Lingkungan hidup - Mata pencaharian - Corak kehidupan sosial - Stratifikasi sosial - Mobilitas sosial - Pola interakasi sosial - Solidaritas sosial - Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional. 2. Hubungan Desa dan Kota Kota dan Desa saling bergantungan, kota bergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, daging dan ikan.desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu dikota,misalkan saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau tukang becak.sebaliknya kota juga menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan untuk didesa sepeti bahan-bahan pakaian, alat dan obat-obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obat untuk memelihara kesehatan dan transportasi. 3. Aspek Positif dan Negatif Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi : a) Wisma b) Karya c) Marga d) Suka e) Penyempurnaan 4. Masyarakt Pedesaan A. Pengertian Desa yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartohadikusuma mengemukakan sebagai berikut : desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. menurut bintarjo desa merupakan perwujudan atau kesatuan geogarafi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat disitu dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Sedangkan menurut Paul H.Landis : desa adalah penduduknya kurang dari 2500 jiwa. B. Hakikat dan Sifat Masyarakat Pedesaan masyarakat pedesaan yang agraris biasanya dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tentram damai, harmonis yaitu masyarakat yang adem ayem sehingga dianggap oleh orang kota sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan, keramaian dan keruwetan atau kekusutan pikiran. C. Sistem Nilai Budaya Petani Indonesia Sistem nilai budaya petani Indonesia antara lain sebagai berikut : a) Para petani diIndonesia terutama di pulau Jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya adalah sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. b) Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-kadang untuk mencapai kedudukannya. c) Mereka berorientasi pada masa kini, kurang memperdulikan masa depan, mereka kurang mampu untuk itu. d) Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain itu hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima kurang adanya agar peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang lagi. e) Untuk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong royong, mereka sadar bahwa dalam hidup itu pada hakikatnya tergantung kepada sesama. D. Unsur-Unsur Desa Unsur-unsur daerah terdiri dari : a) Daerah b) Penduduk c) Tata kehidupan Ketiga unsur desa ini tidak lepas satu sama lainnya,artinya tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan.dan unsur tersebut merupakan suatu kesatuan hidup "Living unit" E. Fungsi Desa Beberapa fungsi desa : a) Dalam hubungannya dengan kota maka desa yang merupakan "Hinterland" atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok disamping bahan makanan lain seperti kacang dan buah-buahan, dan bahan makanan yang berasal dari hewan b) Desa ditinjau dari sudut potensial ekonomi berfungi sebagai lumbung bahan mentah dan tenaga kerja yang tidak kecil artinya. c) Dari segi kegiatan kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan dan lainnya 5. Urbanisasi dan Urbanisme Urbanisasi adlah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupkan proses terjadinya masyarakat kota.Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat, hal mana tergantung dari keadaan masyarakat yang bersangkutan, proses tersebut terjadi dengan menyangkut 2 aspek, yaitu : - Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota. - Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa-desa Sehubungan dengan proses tersebut, maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah tempat tinggal mempunyai penduduk yang baik.Artinya adalah, sebab suatu daerah mempunyai daya tarik sedemikina rupa, sehingga orang-orang pendatang semakin banyak. secara umum dapat dikatakan bahwa sebab-sebabnya adalah sebagai berikut : - Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan atau menjadi ibukota. - Tempat tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha berdagang. - Timbulnya industri didaerah itu,yang memproduksi baran-barang maupun jasa. 6. Perbedaan Masyarakat Pedesaan Dengan Masyarakat Perkotaan Masyarakat pedesaan kehidupannya berbeda dengan masyarakat perkotaan. perbedaa-berpedaan ini berasal dari adanya perbedaaan yang mendasar dari lingkungan, yang mengakibatkan adanya dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupan.perbedaan-perbedaan tersebut antara lain : - Lingkungan umum dan orientasi terhadap alam Masyarakat pedesaan berhubungan erat dengan alam, disebabkan oleh letak geografisnya didaerah desa. mereka sulit mengontrol kenyataan alam yang dihadapinya, padahal bagi petani realitas alam ini sangat vital dalam menunjang kehidupannya. - Pekerjaan atau mata pemcaharian Pada umumnya atau kebanyakan masyarakat pedesaan bermata pencaharian sebagai petani. tetapi bermata pencaharian pedagang merupakan pekerjaan sekunder selain pekerjaan bertani.di masyarakat kota mata pencaharian cendrung terspesialisasi, dan spesialisasi itu dapat dikembangkan, mungkin menjadi manager suatu perusahaan, ketua atau pimpinan dalam suatu birokrasi. - Ukuran komunitas - Kepadatan penduduk - Homogenitas dan Heterogenitas - Diferensial sosial - Pelapis sosial - Mobilitas sosial - Interaksi sosial - Pengawasan sosial - Pola kepemimpinan - Standar kehidupan - Kesetiakawanan sosial - Nilai dan sistem nilai