Sabtu, 31 Maret 2012

ALIRAN ALIRAN KESENIAN


ALIRAN ALIRAN KESENIAN
FUTURISME (Italia, 1090-1914)
Futurisme adalah aliran seni di Italia yang didirikan pada tahun 1909 oleh Filippo Marinetti, yang adalah seorang sastrawan. Gerakan ini mendapat inspirasi dari kehidupan yang berubah menjadi modern berkat teknologi mesin yang menghasilkan unsur gerak dan kecepatan sebagai unsur yang sangat berpengaruh bagi kehidupan menusia di awal abad ke-20. Tokoh Futurisme dalam seni sastra selain Marinetti adalah Giacomo Balla, Ardengo Soffici dan Stephane Mallarme. Futurisme kemudian juga berkembang dalam seni rupa. Hal utama dalam Futurisme adalah bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan dalam lukisan:”….the Futurist developed the concept of ‘ dynamism’, the representation of humanity or machines in action…” (Duro, 1994: 135).
Futurisme memanfaatkan prinsip aneka-tampak (multiple viewpoints) yang dikembangkan Kubisme – selain juga mempengaruhi De Stijl.
Futurisme adalah aliran seni yang mendukung perkembangan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain. Artinya, dalam Futurisme huruf tidak hanya diperlakukan sebagai tanda bunyi tetapi juga sebagai lambang rupa untuk menyampaikan suatu makna. Hal ini disebabkan karena banyak penyair-penyair Futurisme yang memanfaatkan tipografi sebagai bagian dari ungkapan perasaannya dalam berpuisi.
Gambar : Salah satu contoh aliran Futurisme





DE STIJL
De Stijl De Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan seni di sekitar tahun 1920an. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni de Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni. Konsep ini diwujudkan dalam pemikiran utopia. Mereka mewujudkan abstraksi dan keuniversalan dengan mengurangi campur tangan bentuk dan kekayaan warna semaksimal mungkin. Komposisi visual disederhanakan menjadi hanya bidang dan garis dalam arah horisontal dan vertikal, dengan menggunakan warna-warna primer seperti merah, biru, dan kuning di samping bantuan warna hitam dan putih.
Dalam kebanyakan karya seni, garis vertikal dan horisontal tidak secara langsung bersilangan, tetapi saling melewati satu sama lain. Hal ini bisa dilihat dari lukisan Mondrian, Rietveld Schröder House, dan Red and blue chair.
Sekitar tahun 1915, Van Doesburg mengadakan pertemuan dengan para pelukis .Pertama bertemu dengaan Piet Mondrian pada suatu pameran di Museum Stedelijk, Amsterdam. Mondrian, yang pindah ke paris pada tahun 1912 telah mengunjungi holland ketika perang meletus dan dia tidak dapat kembali ke Paris dan bergabung komunitas pelukis Laren dimana bertemu dengan Bart van der Leck dan M. H. J. Schoenmaekers. Tahun 1915, Schoenmaekers mempublikasikan Het nieuwe wereldbeeld (’The New Image of the World’), yang diikutin oleh Beginselen der beeldende wiskunde (’Principles of Plastic Mathematics’) pada tahun 1916. Dua publikasi ini sangat berpengaruh hebat terhadap modrian dan anggota lain.
Van Doesburg juga dikenal sebagai J.J.P. Oud and the Hungarian artist Vilmos Huszàr . Tahun 1917, pelukis ini bekerja sama dengan poet Anthony Kok, dan menemukan gaya of De Stijl. Arsitek muda Gerrit Rietveld berpengaruh dalam kelompok pada tahun 1918.
Setelah beberapa tahun kemudian, kelompok ini tetap serba sama walaupun pada tahun 1918, Van der Leck keluar dari kelompok itu dikarenakan perbedaan pendapat. The social and economic circumstances of the time formed an important source of inspiration for their theories. Their ideas about architecture were heavily influenced by Berlage and Franky Lloyd Wright Setelah tahun 1920Tahun 1920 mulai ada perubahan pandangan dalam kelompok. Dari Van Doesburg’s bersatu dengan Bauhaus yang mempengaruhi Malevich dan Russian Constructivism. Hal ini tidak disetujui oleh sebagian kelompok. Tahun 1924 Mondrian keluar dari kelompok setelah Van Doesburg menerapkan teari elementarism, yang mengatakan garis horizontal lebih vital daripada vertikal. Sebagai tambahan grup De stijl merekrut anggota baru yang menganut gaya dadaist. Pengaruh dan perkembangan
Konsep de Stijl banyak dipengaruhi filosofi matematikawan M. H. J. Schoenmaekers. Piet Mondrian, kemudian mempublikasikan manifes seni mereka Neo-Plasticism pada tahun 1920, meskipun istilah ini sebenarnya sudah digunakan olehnya pada 1917 di Belanda dengan frase Nieuwe Beelding. Pelukis Theo van Doesburg kemudian mempublikasikan artikel De Stijl dari 1917 hingga 1928, menyebarkan teori-teori kelompok ini. Perupa de Stijl antara lain pematung George Vantongerloo, dan arsitek J.J.P. Oud dan Gerrit Rietveld.
Pada dasarnya aliran de Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep de Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitekrur. namun seperti yang ditulis oleh Piet Mondrian bahwa de Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi. Meskipun Theo van Doesburg berusaha keras memperjuangkan pengaplikasiannya dalam dunia arsitektur, de Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri.
De Stijl meredup seiring perpecahan di antara Theo van Doesburg yang aplikatif dan Piet Mondrian yang teoritis. Hingga akhirnya majalah de Stijl terakhir kali terbit untuk mengenang kematian Theo van Doesburg. Prinsip dan pengaruhNama de stijl berasal dari gttfried Semper’s Der Sill (1861-1863) dimana adanya kesalahpahaman dari penganut materialisme dan functionalism. Pada umunya De stijl menerapkan prinsip simple dan abstrack di lukisan dan arsitektur dengan menggunakan garis lurus (vertikal dan horizontal ) dan bentuk persegi. Lukisan dan arsitektur de stijl selanjutnya terbataas pada warna merah, kuning, biru dan 3 warna tambahan yaitu hitam, putih, dan abu-abu, De stijl menghindari bentuk simetris dan estetik keseimbangan. De stijl adalah aliran seni yang terpengaruh dari gaya lukisan kubisme seperti mysticism dan berasal dari idea bentuk geometrik dalam filosofi neoplatonic. De stijl memberi pengaruh bauhaus, gaya international, fashion dan interior design. Setelah Kematian Van Doesburg
Theo van Doesburg meninggal di Davos pada tahun 1931. Karena Van Doesburg memiliki peranan penting dalam kelompok De stijl, gaya de stijl tidak bisa berkembang tanpa karakter sentral yang kuat. De stijl bukan kelompok yang bersatu. Faktanya anggotanya kenal satu sama lain, namun komunikasi antar anggota melalui surat menyurat . Contahnya Mondrian dan Reitveld tidak pernah bertemu tapi berkomunikasi melewati surat menyurat.
Seniman yang terlibat dalam gerakan de Stijl
Piet Mondrian (1872 – 1944) painter
Theo van Doesburg (1883 – 1931) painter, designer dan writer
Ilya Bolotowsky (1907 – 1981) painter
Marlow Moss (1890 – 1958) painter and sculptor
Amédée Ozenfant (1886 – 1966) painter
Max Bill (1908 – 1994) arsitek dan designer
Jean Gorin (1899 – 1981) painter
Burgoyne Diller (1906 – 1965) painter
Georges Vantongerloo (1886 – 1965) sculptor
Gerrit Rietveld (1888 – 1964) architect and designer
Bart van der Leck (1876 – 1958) painter
Cornelis van Eesteren (1897-1981) architect
Robert van’t Hoff (1887-1979) architect
Vilm0s Huszar (1884-1960) painter

Gambar : Salah satu contoh aliran De Stijl



ART DECO
Art Deco adalah gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II. Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran modern, antara lain Kubisme, Futurisme dan Konstruktivisme serta juga mengambil ide-ide desain kuno misalnya dari Mesir, Siria dan Persia. Karya-karya seniman Art Deco memakai warna-warna yang kuat serta bentuk-bentuk abstrak dan geometris misalnya bentuk tangga, segitiga dan lingkaran terbuka. Komposisi elemen-elemennya mayoritas dalam format yang sederhana.
Asal usul Nama Art Deco
Ungkapan Art Deco diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Décoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema “Les Années 25“ yang bertujuan untuk meninjau kembali pameran internasional “Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes“ yang diselenggarakan pada tahun 1925 di Paris. Pada tanggal 2 November 1966 artikel yang berjudul “Art Deco“ dimuat di The Times, setahun kemudian artikel “Les Arts Déco“ dari Van Dongen, Chanel dan André Groult furniture dimuat dalam majalah Elle. Ungkapan Art Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku “Art Deco“ karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969.
Latar Belakang Munculnya Art Deco
Revolusi Industri
Revolusi Industri (akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20) menciptakan pergeseran sosial, dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industrial. Tidak semua masyarakat menerima dan menyukai barang-barang yang diproduksi oleh mesin. Revolusi Industri juga membawa perubahan pada Arsitektur. Setelah Revolusi Industri diperlukan suatu tipologi bangunan yang berbeda dari abad sebelumnya, misalnya, pabrik, stasiun, bangunan perdagangan, bangunan perkantoran, perumahan dan lain lain. Pada jaman itu muncul konsepsi-konsepsi baru tentang iklan, fotografi, produksi massal dan kecepatan/laju.
Perang Dunia I (1914-1918)
Setelah perang berakhir, masyarakat sibuk menata kembali lingkungannya, mereka memerlukan berbagai macam peralatan. Hal ini memberikan kesempatan dan semangat kepada para seniman untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru yang modern dan fungsional. Art Nouveau suatu gerakan seni yang popular pada tahun 1894-1914 tidak lagi bisa bertahan lama karena hasil karya mereka kurang fungsional, penuh dekorasi dan harganya sangat mahal.
Usaha-usaha Mencari Solusi Permasalahan
Para seniman menciptakan suatu gaya yang dapat merangkul selera semua lapisan masyarakat. Pengenalan terhadap material baru seperti plastik, bakelit, kaca dan krom mengharuskan para seniman mencari cara dan gaya sehingga material tersebut dapat diolah dan diproduksi secara massal. Pengertian bahwa dengan desain yang bagus dapat menaikkan omset penjualan membuat mereka berpikir bagaimana menghasilkan barang yang sesuai dengan selera pasar. Hal ini dapat dilihat dalam keragaman hasil rancangan para seniman tersebut.
Para Seniman Art Deco
Art Deco yang orisinal lahir pada awal tahun-tahun setelah berakhirnya perang dunia pertama, saat para seniman mencari perspektif baru dengan menolak menggunakan ornamen yang identik dengan Art Nouveau. Mereka menggunakan lagi ornamen-ornamen historis, mereka menggunakan pendekatan eklektik. Para seniman dari berbagai media dengan cepat mengadopsi gaya yang spektakuler ini.
Beberapa desainer Art Deco, misalnya Jaques-Emile Ruhlmann yang dikenal sebagai master Art Deco melalui karya mebelnya yang hampir selalu memakai material mahal. Desainer mebel lain misalnya Paul Follot, Pierre Chareau, Clement Rousseau, tim desain Süe et Mare (Louis Süe and André Mare) serta Eileen Gray. Rene Lalique dikenal dengan hiasan dari kaca dan desain perhiasannya, Susie Cooper dan Clarice Cliff terkenal dengan keramiknya, Jean Puiforcat dengan perak dan pekerjaan metalnya, Paul Poiret terkenal dengan motif tekstilnya, dan A.M Cassandre dikenal dengan poster-posternya. Desainer Art Deco terbagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah desainer yang mengkonsentrasikan diri pada desain yang individual dan dikerjakan dengan kemampuan pekerjaan tangan yang tinggi, rancangan tersebut hanya dapat dibeli oleh kalangan atas, sedangkan kelompok lainnya adalah kelompok desainer yang mengutamakan desain berbentuk geometri dengan berdasarkan pada pertimbangan fungsional. Beberapa desainer Art Deco yang menciptakan barang-barang untuk masyarakat banyak misalnya Susie (Susan Vera) Cooper (1902-1995) yang terkenal tidak saja sebagai desainer tetapi juga sebagai produser keramik. Desainer Art Deco lainnya adalah René Lalique (1860-1945) sebagai desainer perhiasan dan desainer glass/kaca. Dari pakaian, perhiasan, poster sampai perabot dan peralatan rumah tangga, semua karya-karya ini memeriahkan dunia Art Deco, para seniman yang menghasilkannya berasal dari berbagai latar belakang. Mereka mencoba menghadirkan karya-karya yang dapat memenuhi kebutuhan manusia saat itu ditengah perubahan jaman. Partisipasi masyarakat luaslah yang membuat seni ini menjadi spektakuler
Gambar : Salah satu contoh aliran Art Deco
 



1 komentar:

  1. Teman jangan lupa yah , mencantumkan link gunadarma . Skarang kan sudah mulai softskill, dan sebagai salah satu mahasiswa gunadarma , ayoo dong masukkin link gunadarmanya.

    Coba cek di studentsitenya yah.

    http://www.studentsite.gunadarma.ac.id

    BalasHapus